Rabu, 22 Januari 2014

Vitalitas KemandirianMahasiswa.
Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang memiliki sejuta kreativitas, inovasi, serta visi dan misi yang jelas yang diharapkan bisa memberikan perubahan pada bangsa. Hal ini ditentukan para kaum muda atau mahasiswa yang mandiri ditunjang dengan pengalaman selama berkecimpung di lingkungan perguruan tinggi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuhmenyatakan “Yang bisa membedakaan mahasiswa dan siswa adalah kedewasaan. Mereka (mahasiswa) harus memegang dua hal substansial, yakni tanggung jawab dan kemandirian.”
Mahasiswa yang mandiri adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk mandiri dan bertanggung jawab di tengah arus besar globalisai. Kemandirian seseorang tidak dimiliki dengan cara instan. Melainkan butuh proses untuk menjadi dewasa. Mahasiswa atau seseorang dikatakan mandiri bukan ditentukan faktor usia. Akan tetapi, faktor kedewasaan. Kedewasaan mencerminkan pribadi seseorang telah mandiri. Dan kemandirian ini dipengaruhi oleh dua faktor.
Pertama faktor luar yang sering disebut faktor Eksogen. Faktor ini berasal dari luar diri seseorang seperti keluarga, sekolah atau lingkungan pendidikan dan masyarakat. Kedua faktor dari dalam atau Endogen yaitu faktor berasal dari dalam diri sesorang yakni fisiologis dan psikologis.
Tentunya mereka (mahasiswa) menemukan berbagai kendala saat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.Baik itu kurangnya fasilitas, sarana prasana yang kurang memadai dan juga kehadiran dosen mempengaruhi akademiknya. Meskipun demikian mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri agar bisa mengatasi atau menemukan solusi yang mereka hadapi selama menempuh studinya di kampus.
Bagaimana caranya menjadi mahasiswa mandiri?Yang paling signifikan adalah faktor Endogen. Bila faktor Endogennya sudah bisa menjadi fondasi yang kukuh bagi dirinya maka ia tidak akan terpengaruh dengan lingkungan sekitar. Ada kemungkinan ia akan mempengaruhi orang sekitarnya sehingga mereka ikut-ikutan hidup mandiri dalam menitih karirnya.
Kemandirian akan menjadi fondasi yang lebih kuat dan kebebasan memilih ruang gerak yang makin luas, makin kuat fondasi dan makin luas ruang gerak akan mendorong mahasiswa (setiap orang) berperan secara optimal dalam kehidupan, akibatnya keberanian mendesain jalan hidup sendiri akan tumbuh tanpa terbelenggu oleh hal-hal yang dapat meredupkannya.
            Kemandirian belajar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk melakukan aktivitas belajar dengan cara mandiri atas dasar motivasinya sendiri untuk menguasai suatu materi tertentu sehingga bisa dipakai untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Bisa lewat browsing google atau melakukan diskusi-diskusi dengan teman sejawatnya dan juga lebih banyak membaca buku
Seorang mahasiswa dengan kesadaran sendiri mau belajar sesuai dengan jadwal yang ia tetapkan sendiri.Dengan kemauan sendiri berlatih suatu ketrampilan tertentu, seperti olahraga, musik, tari, teknologi. Juga tidak mau terlalu banyak bergantung kepada bantuan orang lain.

Oleh karena itu siapa pun dia. Yang menjadi mahasiswa sudah seharusnya aktif akan mencari bahan mata kuliah sendiri. Sehingga dalam kemandirian belajar, seorang siswa harus proaktif serta tidak tergantung pada seorang dosen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar